Berguguran dosa seperti daun kering

Ucapan Salam Dan Bersalaman Menggugurkan Dosa

عن حذيفة بن اليمان ، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال إِنَّ المُؤْمِنَ إِذَا لَقِيَ الْمُؤْمِنَ فَسَلَّمَ عَلَيهِ وَأَخَذَ بِيَدِهِ فَصَافَحَهُ تَنَاثَرَتْ خَطَايَاهُمَا كَمَا يَتَنَاثَرُ وَرَقُ الشَّجَرِ

Daripada Huzaifah al-Yaman RA daripada Nabi SAW baginda bersabda: “Jika seorang mukmin bertemu dengan mukmin lainnya lalu mengucapkan salam kepadanya dan mengambil tangannya lalu menjabatnya, maka berguguranlah dosa-dosa mereka seperti gugurnya daun-daun dari pepohon” (Mu’jam Awsat li Tabarani No: 247) Maktabah Maarif. Status: Al-Munziri kata tiada perawi dalam jalur sanad ini yang dikritik.

Pengajaran:

  1. Satu daripada adab yang perlu dilaksanakan apabila bertemu sesama Muslim ialah mengucapkan salam.
  2. Ucapan salam juga tanda kecintaan kepada sesama Muslim. Daripada Abu Hurairah ra bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:

لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

“Kalian tidak akan masuk syurga hingga kalian beriman. Dan kalian tidak dikatakan beriman hingga kalian saling mencintai. Mahukah kalian aku beritahu dengan sesuatu yang apabila kalian lakukan kalian akan saling mencintai? (iaitu) sebarkanlan (ucapkanlah) salam diantara kalian.” (Sahih Muslim No: 54) Dar Ihya Kutub Arabiyyah. Status: Hadis Sahih

  1. Berjabat tangan adalah amalan yang disyariatkan ketika bertemu dan berpisah
  2. Berjabat tangan juga menjadi sunnah para sahabat, sebagaimana digambarkan dalam riwayat berikut :

عَنْ قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ قُلْتُ لِأَنَسٍ أَكَانَتْ الْمُصَافَحَةُ فِي أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ

Daripada Qatadah ra, aku berkata kepada Anas bin Malik, “Apakah berjabat tangan selalu dilakukan oleh para Sahabat Rasulullah SAW?” Anas menjawab, “Ya”. (Sahih Bukhari No: 5908) Dar Ihya Kutub Arabiyyah. Status: Hadis Sahih

  1. Ibn Hajar mengatakan, “berjabat tangan adalah melekatkan telapak tangan pada telapak tangan yang lain.” (Fathul Bari, 11/54). Menurut Imam An Nawawi dalam al-Adzkar – ditahan beberapa saat, selama tempoh waktu yang cukup untuk menyampaikan salam.”
  2. Muslim yang berjabat tangan apabila bertemu akan menggugurkan dosa-dosanya seperti dedaun

Sumber : https://t.me/ahadithadayAHAD

Cara mudah di ampunkan dosa

Pertemuan Dua Muslim

عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلَّا غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

Daripada Abu Ishaq daripada Al-Bara` ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah dua orang Muslim bertemu lalu saling berjabat tangan, melainkan diampuni bagi keduanya sebelum keduanya berpisah” (Sunan Abi Daud No: 5212) Maktabah Asriyyah. Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

  1. Ambil peluang sempena Syawal ini saling ziarah menziarahi, bertemu dan bersua muka antara satu sama lain
  2. Ketika bertemu sesama Muslim, ambil peluang saling berjabat tangan (pastikan bukan berlainan jantina yang dilarang)
  3. Allah akan mengampuni dosa dua orang Muslim yang bertemu dan berjabat tangan, sebelum mereka berpisah.

Marilah kita saling bersalaman dan bermaafan. Firman Allah dalam Surah An-Nur ayat 22:

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahawa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

Sumber : https://t.me/ahadithadayAHAD

AKIBAT TOLONG MENOLONG DALAM DOSA

Dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

والنَّاس إذا تعاونوا على الإثم والعدوان أبغض بعضهم بعضاً

Dan manusia itu, jika mereka tolong menolong dalam dosa dan permusuhan, niscaya sebagian mereka akan membenci yang lainnya.

[Majmu’ul Fatawa 15/128]

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

Puasa Ramadan Menghapuskan Dosa Setahun Yang Lalu

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang berpuasa Ramadan kerana iman dan penuh keikhlasan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. HR Bukhari No: 37. Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

  1. Berpuasa atas dasar iman ialah melaksanakan ibadat puasa dengan menyakini akan kewajipan melaksanakan ibadat puasa kerana perintah Allah.
  2. Ihtisab adalah melakukan ibadat puasa dengan ikhlas, menyempurnakan ibadat puasa dengan memelihara perkara yang boleh merosakkan puasa dan hanya mengharap pahala dari Allah. Tidak merasa berat melaksanakannya dan tidak hanya sekadar mengikuti kebiasaan orang sekitar.
  3. Puasa yang dilakukan atas dasar keimanan dan penuh keikhlasan akan menjadi penghapus dosa-dosa yang lalu (dosa kecil). Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ مَا اجْتُنِبَتْ الْكَبَائِرُ

Solat lima waktu yang didirikan, satu Jumaat ke Jumaat yang berikutnya dan satu Ramadan kepada Ramadan yang berikutnya maka akan menghapuskan dosa-dosa antara keduanya selama mana dijauhi dosa-dosa besar”.(HR. Ahmad No: 8830) Status: Hadis Sahih

Semoga ibadat Puasa yang dilaksanakan bersungguh-sungguh akan menjadi instrumen menghapuskan dosa-dosa kita setahun yang lalu.

Source : https://t.me/ahadithadayAHAD

Barometer dari perbuatan dosa

Photo by Skitterphoto on Pexels.com

Barometer agar selamat dari perbuatan dosa dalam sepekan dan setahun

Disebutkan didalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:

إذا سَلِمَ يومُ الجمعةِ سَلِمَتْ الأيامُ , وإذا سَلِمَ شهرُ رمضانَ سَلِمَتْ السَّنَةُ

“Apabila selamat di hari Jum’at , maka hari-hari berikutnya akan selamat dan apabila selamat di bulan Ramadhan maka setahun berikutnya akan selamat”.

Hadits ini diriwayatkan oleh imam Abu Nu’aim, imam al-Dailami dan dikutip di dalam kitab ihya Ulumuddin karya imam Ghazali.

Makna dari Hadits tersebut yaitu, apabila pada hari Jum’at seseorang selamat dari perbuatan dosa, maka pada hari-hari yang lain ia akan selamat dari perbuatan dosa begitupun apabila pada bulan Ramadhan seseorang selamat dari perbuatan dosa, maka pada tahun berikutnya, ia akan selamat dari perbuatan dosa

Hadits ini “sanadnya Dhoif menurut Imam Al Hafizh Al Iraqie”.

Namum hadits ini dapat menjadi motivasi yang baik bagi kita untuk bersemangat dan totalitas dalam beribadah kepada Allah Swt, terutama di hari Jum’at dan di bulan Ramadhan.

Bagi kita yang terkadang masih tergelincir dalam perbuatan dosa-dosa di hari Jum’at maupun di bulan Ramadhan, janganlah kita berputus asa dari rahmat Allah Swt, kita harus tetap teguh dalam bertaubat dan tetap semangat dalam beribadah di hari hari berikutnya maupun di tahun berikutnya, sebab dalam hadits yang lain Rasulullah ﷺ bersabda

خير الخطائين التوابون”

“Sebaik baiknya orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat”.

Hadits riwayat imam at-Tirmidzi, Imam al-Hakim, dan imam Ahmad.

Semoga dihari Jum’at ini dan bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba, penuh berkah dan kita dijauhkan dari perbuatan dosa

والله اعلم بالصواب
Semoga bermanfaat

PENGARUH DOSA DAN KETAATAN TERHADAP HUBUNGAN DENGAN SESAMA MUSLIM

Photo by P C on Pexels.com

Dari Al-Imam al-Muzany rahimahullah berkata:

‏«إذا وجدت من إخوانك جفاءً فتب إلى الله فإنك أحدثت ذنبا، وإذا وجدت منهم زيادة ود فذلك لطاعة أحدثتها، فاشكر الله تعالى»

“Jika engkau menjumpai dari saudara-saudaramu bersikap kasar, maka bertaubatlah kepada Allah, karena itu tanda engkau telah melakukan sebuah dosa, dan jika engkau menjumpai dari mereka semakin cinta, maka itu karena ketaatan yang engkau lakukan, sehingga bersyukurlah kepada Allah Ta’ala.”

📚 Faidhul Qadir, jilid 5 hlm. 437

Don’t keep this to yourself. Share it & Tell the world.

Also, checks these awesome pages

1. How to Lose Weight?
2. Book Review & Summary
3. Personal Development
4. Health & Fitness
5. Islam
6. Oil & Gas
7. Product Reviews
8. Downloadable
9. Privacy Policy & Disclaimer
10. Contact Info
11. Recommendation
12. Making Sense of Deals

MENINGGALKAN DOSA HARUS DENGAN MENJAUHI HAL-HAL YANG BISA MENYERET KEPADANYA

Photo by Kaique Rocha on Pexels.com

Dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

النفوس إذا اعتادت المعصية فقد لا تنفطم عنها انفطاما جيدا إلا بترك ما يقاربها من المباح.

“Jiwa-jiwa jika terbiasa melakukan maksiat maka seringnya tidak bisa meninggalkannya dengan baik, kecuali dengan meninggalkan hal-hal mubah yang mendekatkan kepada kemaksiatan tersebut.”

📚 Majmu’ul Fatawa, jilid 29 hlm. 113

Don’t keep this to yourself. Share it & Tell the world.

Also, checks these awesome pages

1. How to Lose Weight?
2. Book Review & Summary
3. Personal Development
4. Health & Fitness
5. Islam
6. Oil & Gas
7. Product Reviews
8. Downloadable
9. Privacy Policy & Disclaimer
10. Contact Info
11. Recommendation
12. Making Sense of Deals