Advertisements

SEORANG MU’MIN SELALU MENILAI DIRINYA PENUH KEKURANGAN DALAM MENUNAIKAN HAK ALLAH DAN HAK ORANG LAIN

Asy-Syaikh al-Allamah Dr. Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:

تزكية النفس تكون بالأعمال الصالحة والطاعة لله جل وعلا، وليست تزكية النفس بالمدح يمدح الإنسان نفسه، بل يعتبر نفسه مقصرا في حق الله، ومقصرا حتى في حق الناس
يعتبر نفسه مقصرا دائما، هذه صفة المؤمن.

“Cara mensucikan jiwa adalah dengan amal shalih dan menaati Allah Jalla wa Ala, dan bukanlah mensucikan jiwa dengan pujian; yaitu dengan seseorang memuji dirinya sendiri, bahkan dia menganggap dirinya penuh kekurangan dalam menunaikan hak Allah, sampai dalam menunaikan hak orang lain pun dia selalu menilai dirinya penuh kekurangan, inilah sifat seorang mu’min.”

Ruj: Syarh kitab al-Kabair karya asy-Syaikh Muhammad bin Sulaiman at-Tamimy, 2 Rajab 1439 H

Advertisements
Advertisements
Advertisements
Advertisements
Advertisements


Categories: Islam, Reading Notes

Tags:

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: