Hilang Amanah & Berlaku Kiamat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَجْلِسٍ يُحَدِّثُ الْقَوْمَ جَاءَهُ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ مَتَى السَّاعَةُ فَمَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحَدِّثُ فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ سَمِعَ مَا قَالَ فَكَرِهَ مَا قَالَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ لَمْ يَسْمَعْ حَتَّى إِذَا قَضَى حَدِيثَهُ قَالَ أَيْنَ أُرَاهُ السَّائِلُ عَنْ السَّاعَةِ قَالَ هَا أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَة

Dari Abu Hurairah berkata: Ketika Nabi SAW berada dalam suatu majlis membicarakan suatu kaum, tiba-tiba datanglah seorang Arab Badwi lalu bertanya: “Bila datangnya hari kiamat?” Namun Nabi SAW tetap melanjutkan pembicaraannya. Sementara itu sebahagian sahabat ada yang berkata; “baginda mendengar perkataannya akan tetapi baginda tidak menyukai apa yang dikatakannya itu, ” dan ada pula sebahagian yang mengatakan; “bahwa baginda tidak mendengar perkataannya.” Hingga akhirnya Nabi SAW menyelesaikan pembicaraannya, seraya berkata: “Mana orang yang bertanya tentang hari kiamat tadi?” Orang itu berkata: “saya wahai Rasulullah!”. Maka Nabi SAW bersabda: “Apabila sudah hilang amanah maka tunggulah terjadinya kiamat”. Orang itu bertanya: “Bagaimana hilangnya amanah itu?” Nabi SAW menjawab: “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka akan tunggulah terjadinya kiamat”.

(HR Bukhari No: 57)

Pengajaran:

1.  Hari Kiamat adalah hari kemusnahan dan kehancuran pada alam ini.

2.  Antara tanda kiamat akan berlaku apabila hilang sifat amanah.

3.  Amanah itu adalah nilai keimanan. Bila hilang kejujuran, tergoda dengan habuan dunia, terlibat dengan penyelewengan dosa dan maksiat maka akan lunturlah nilai keimanan.

4.  Amanah hilang apabila urusan dan pentadbiran diserahkan kepada orang yang bukan ahli dan tidak layak apabila nilai keimanannya hilang.

5.  Menurut Al-Munawi, dekatnya kiamat apabila menyerahkan urusan dalam hal amar (perintah) maaruf dan nahi (larangan) mungkar kepada yang tidak amanah, rapuh agamanya, lemah Islamnya, dan mengakibatkan merajalelanya kebodohan.

Ayuh jaga amanah sebagai tanda keimanan seseorang

Advertisements


Categories: Islam

Tags:

1 reply

Trackbacks

  1. Hilang Amanah & Berlaku Kiamat — Aarif Billah – Meniti langkah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: